Jumat, 22 Juni 2018

Pecinta mimpi

Bukan tentang bahagia atau tidaknya kau hidup denganku, bukan tentang seberapa banyak waktu yang kau luangkan untukku, ataupun bukan tentang bukti empiris yang kau beri untuk membuktikan cintamu.
Kita memaknai tentang suatu kebijaksanaan yang lahir dari palung hati. Suatu mozaik yang terlengkapi dikala cinta itu terpatri. Atau merasa saling menjaga dalam keterbatasan mimpi.
Cinta,
Merealisasikan mimpin dalam kehidupan nyata.
Yang tak sembarang orang mampu melakukannya jika ia bukanlah pilihannya.
Menarik suatu kesimpulan tentang siasat isi hati dalam menjalin sebuah hubungan tidaklah mudah.
Negosiasi terhadap hati pribadi dalam mempertimbangkan suatu perlakuan yang pantas dan tak pantas untuk kita lakukan adalah suatu tantangan.
Namun cinta, akan menuntunmu melakukannya.
Maka TIDAK !!
Aku tegaskan terhadap hati yang mencari jati diri dengan mengumbar keseriusan tanpa aksi dan arti.
Karna mimpi, hanya akan didapati oleh insan yang hatinya tlah memantaskan diri dengan mantap untuk melangkah pada suatu hubungan yang serius.
Mimpi ialah perancangan tentang masa depan.
"Jika kau ingin berjalan jauh, berjalanlah dengan teman. Namun jika kau ingin berjalan cepat, berjalanlah sendiri" katanya.
Kau paham dengan jelas maksud kata diatas.
Maka, dengan jalan apakah kita akan menggapai mimpi kita ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Surat untuk kakek

5 tahun lalu, ketika hidupku dalam keadaan sekarat. Pasrah dengan keadaan tanpa ada perjuangan. Kakek setiap hari menengok, memberikan...