Sabtu, 21 Juli 2018

Kamulah senjaku

Kering kerontang..
Kata yang tepat untuk sejenak menikmati kejenuhan hidup yang kita lalui dengan aktifitas yang sama.
Makna kehidupan yang kita dapati, mungkin tak selalu sama. Namun, ada kesamaan makna yang selalu kita cari dalam aktifitas kita.
"Kebahagiaan"
Adalah sebuah motivasi kehidupan yang selalu kita usahakan dalam setiap harinya.
Tanpa kita sadari bahwa, kehidupan itu adalah kebahagiaan tersendiri, yang terkadang lupa untuk kita syukuri.
Melihat semua manusia berjuang untuk dapat bertahan hidup dari hari ke harinya, hewan dan tumbuhan yang juga tumbuh dan melengkapi cerita manusia, adalah sebuah keindahan alam yang unik mengesankan.
Darimu, aku banyak belajar.
Tentang keindahan tak bertepi yang kadang terlewati, hingga lupa ku syukuri.
Namun, tiada lelah kau kembali menyinari hari yang sempat ku hakimi.
Manusia itu unik, alampun demikian.
Dan taukah kita, tentang hal terkecil sekalipun memiliki makna dan tujuan yang tersirat.
Maka sedalam apa kita memikirkan sesuatu yang hadir dalam hari hari kita.
Percayalah, tiada yang sia sia sekalipun sebuah daun jatuh tepat didepan mata kita, maka pelajaran apa yang dapat kita petik dari kejadian itu ?
Setiap langkah kaki yang meninggalkan tapak.
Deru nafas yang terhirup setiap saat.
Bahkan sebuah tindakan yang kita lakukan.
Memiliki makna yang berarti.
Karena hakikatnya, kita sedang dibimbingNya untuk menemui sesuatu yang indah.
Apakah kau pernah memikirkannya hingga jauh kesana ?
Pertemuan dan perpisahan, apa yang telah kau siapkan ?
Adakah lagi yang kau keluhkan ?
Alam selalu mengajariku untuk bersyukur, namun keadaan terkadang mampu membuatku kufur, maka serahkan hatimu pada sang penggenggam rindu. Ketika kau mulai mengeluh dalam berjuang, ketika kau mulai lelah dan gelisah, pasrahkan hanya kepadaNya.
Dan tataplah senja yang menemui peraduannya.
Ketika syukurmu datang, maka lelahmu hilang.
Itulah keunikan Allah mensetting makhluknya untuk membuatmu tersenyum.
Romantisme yang indah, bukan ?
Dan aku menemukanmu dikala itu.
Dikala senjaku menemui peraduan.
Dikala syukurku datang dan lelahku hilang.
Seolah doa menjelma kedalam dirimu.
Terimakasih.
Untukmu yang masih tersirat, semoga lekas tersurat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Surat untuk kakek

5 tahun lalu, ketika hidupku dalam keadaan sekarat. Pasrah dengan keadaan tanpa ada perjuangan. Kakek setiap hari menengok, memberikan...