Rabu, 11 April 2018

Obsesi

Dan,
Diantara celah pepohonan itu, aku melihat satu sinar terang dibalik rimbunnya dedaunan.
Sinar itu mendekat dan terus mendekat
Hingga aku terbangun diantara malam yang bertaburkan bintang.

Kau tahu apa yang kurasa ?
Degup jantungku seketika terhenti ketika kubaca setiap deretan pesan di HP ku.
Kabarmu, pop up ku tertuliskan namamu.
Setelah sekian lama kau menghilang.

Teringat beberapa tahun yang lalu aku telah kehilanganmu.
Dan menemukanmu dimedia sosial amatlah berarti bagiku.
Anganku melambung mengingatmu.
Diantara senyum yang tertinggal ditengah kota itu.
Tentang kebahagiaan aku dan kamu yang terpaut jarak dan waktu.

6 Tahun kita tak bertemu,
Jangankan untuk bertegursapa, 
Mencarimu dalam kenyataan bak mencari sebuah jarum di tumpukan jerami.
Sempat berputus asa tanpa pernah lelah berikhtiar.
Dikala setiap orang terhanyut dengan modernisasi teknologi,
Kumenemukanmu diantara nama nama yang tampak.

Kini kau menghubungiku dan harapnku tersusun kembali.
Walau kau bersama dia dan aku bersamanya,
Harapanku tak pernah pupus untuk dapat hidup bersamamu.
Kau yang selalu terngiang disetiap angan yang terlayangkan.
Berderu membisikkan doa yang selalu ku benturkan pada pintu langit agar doaku dikabulkan.
Mungkin terdengar begitu memaksa.
Namun impianku terlalu melangit untuk dibumikan.
Bagaimana denganmu ?

Bukan maksudku terlalu egois, namun karna keegoisan inilah aku mengerti artinya perjuangan.
Ketika aku mencari seseorang yang bisa membuatku merasa di dekatmu,
Tak ada yang mampu, terlebih mereka yang selalu aku acuhkan dan tak pernah kupedulikan.
Kejam ? bagiku Tidak.
Karna disetiap ruang yang ada dihatiku, semua hanya tentang kamu.
Kau pedulikan itu atau tidak, aku tak peduli.
Namun, Kaulah Obsesiku.

Surat untuk kakek

5 tahun lalu, ketika hidupku dalam keadaan sekarat. Pasrah dengan keadaan tanpa ada perjuangan. Kakek setiap hari menengok, memberikan...