Senin, 11 Juni 2018

Dilara


Dilara itu membingungkan.

walau terkadang ambigu, namun kesalahan selalu terlihat benar jika dibenarkan
andaikan nafsu tak melalap kedalaman cinta untuk dikecewakan
bukan berarti cinta itu hilang, hanya saja...

Kau tau, efrina takkan menghempas tubuh tak berdosa
namun kau sadari bahwasannya, kebenaran selalu menempati sudut objektif dalam nalar
tak pernah bergeser walau naluri mencoba membela
biarkan efrina mencintai dilara itu sendiri

Katanya, kebijaksanaan adalah kharismatik terindah yang ada dalam diri seseorang
mungkin karena itu jualah dilara membelah diri
tanpa ada yang menginginkan, seolah itu menjadi suatu kesalahan
lalu siapakah yang pantas disalahkan atas kejadian ini ?

Jangan mendekat dalam keadaan dimana kau tak tahu dimana dilara itu terpendam
karena jika itu terjadi, mungkin akan ada yang merasa terluka
jauh dari kata benar atau salah, dilara menduduki keadaan objektif
dimana kau takkan pernah tau bahwa shopia ada didalam kegelisahannya


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Surat untuk kakek

5 tahun lalu, ketika hidupku dalam keadaan sekarat. Pasrah dengan keadaan tanpa ada perjuangan. Kakek setiap hari menengok, memberikan...